
Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.

Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.
Topik
Seruan Syu'aib untuk menyembah Allah dan berlaku adil (Ayat 85)
وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syu'aib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman."
Kritik
7:85-86 - Meskipun berisi pesan etika universal (kejujuran dalam timbangan), narasi tetap didahului dengan tuntutan penyembahan eksklusif. Peringatan "perhatikanlah kesudahan orang yang berbuat kerusakan" merupakan ancaman terselubung, menjadikan etika bisnis bukan sebagai nilai intrinsik tetapi sebagai kewajiban berbasis ketakutan.
Moral Concern
Kekerasan sebagai pemecahan masalah - Keseluruhan narasi menggambarkan kekerasan (dalam bentuk bencana alam) sebagai metode penyelesaian yang valid terhadap ketidakpatuhan atau ketidakpercayaan, bukannya dialog, persuasi, atau argumentasi rasional.