Topik
Larangan berbuat kerusakan di bumi (Ayat 86-87)
وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah hakim yang terbaik.
Kritik
7:87 - Pernyataan "bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan" terkesan moderat, namun dalam konteks keseluruhan, "keputusan Allah" selalu berupa penghancuran massal, menunjukkan paradoks antara anjuran kesabaran dengan akhir kekerasan ekstrem yang akan ditunjukkan dalam ayat-ayat berikutnya.
Logical Fallacy
False dilemma - Ayat 87-89 menyajikan pilihan biner antara mengikuti agama Syu'aib atau mengikuti agama lama, tanpa mengakui kemungkinan posisi tengah atau alternatif lainnya.