Topik
Gempa sebagai azab (Ayat 91-92)
فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ
Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,
Kritik
7:91-92 - Penggunaan gempa sebagai hukuman kolektif yang membunuh seluruh komunitas menunjukkan ketidakadilan massal yang tidak membedakan tingkat kesalahan individual, termasuk anak-anak dan mereka yang tidak mampu memahami sepenuhnya. Konsep "mati bergelimpangan" menggambarkan kematian yang kejam sebagai respons terhadap ketidakpercayaan religius.
Logical Fallacy
Post hoc ergo propter hoc - Ayat 84, 91, dan 94-96 mengklaim bahwa bencana alam (hujan batu, gempa) adalah akibat langsung dari penolakan terhadap nabi, menyimpulkan hubungan kausal dari kejadian berurutan tanpa membuktikan mekanisme sebab-akibat.
Moral Concern
Hukuman kolektif - Ayat 83-84 dan 91-92 menggambarkan penghancuran seluruh komunitas karena penolakan terhadap nabi, termasuk individu-individu yang mungkin tidak bersalah, menunjukkan konsep keadilan yang problematik.