Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 118

Topik

Perdebatan Musa dengan tukang sihir Fir'aun (Ayat 109-126)

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.

Logical Fallacy

Penalaran circular - Ayat 117-118 mengklaim "terbuktilah kebenaran" setelah tongkat Musa menelan sihir para penyihir, menggunakan demonstrasi kekuatan supernatural sebagai bukti kebenaran moral, yang merupakan bentuk penalaran melingkar.

Moral Concern

Kekuasaan sebagai sumber legitimasi - Ayat 117-118 menyiratkan bahwa keunggulan dalam pertunjukan keajaiban (tongkat Musa menelan sihir lainnya) adalah bukti kebenaran moral, melegitimasi gagasan bahwa kekuatan atau kekuasaan yang lebih besar membuktikan kebenaran.