Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 125

Topik

Perdebatan Musa dengan tukang sihir Fir'aun (Ayat 109-126)

قَالُوا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ

Mereka (para penyihir) menjawab, "Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

Kritik

7:125-126 - Kematian sebagai martir dipromosikan sebagai respons ideal ("matikanlah kami dalam keadaan muslim"), mengajarkan bahwa penderitaan dan kematian demi keyakinan adalah hal yang mulia. Narasi ini secara historis telah digunakan untuk membenarkan radikalisme dan tindakan ekstrim, serta membangun mentalitas mati syahid yang problematik dalam konteks kontemporer.

Moral Concern

Promosi martyrdom - Ayat 124-126 menggambarkan para penyihir yang bersedia menerima hukuman mutilasi dan penyaliban demi keyakinan baru mereka, berpotensi menanamkan gagasan bahwa penderitaan dan kematian demi agama adalah ideal yang mulia.