Topik
Peringatan tentang orang-orang yang sombong (Ayat 146-147)
سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ
Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.
Kritik
7:146 - Terdapat kontradiksi moral fundamental dimana Allah secara aktif "memalingkan dari tanda-tanda-Ku orang-orang yang menyombongkan diri", lalu menghukum mereka atas ketidakpercayaan tersebut. Ini seperti seseorang yang menutup mata orang lain kemudian menghukumnya karena tidak melihat. Konsep ini bertentangan dengan prinsip keadilan universal dan tanggung jawab moral yang mengharuskan kebebasan memilih.
Logical Fallacy
Predestinasi paradoksal - Ayat 146 dan 155-156 menyatakan bahwa Allah yang menyesatkan atau memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, namun tetap menganggap individu bertanggung jawab atas perbuatan mereka, menciptakan paradoks logis.