Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 156

Topik

Rahmat Allah bagi orang yang bertakwa (Ayat 156-157)

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki, dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."

Kritik

7:156 - Klaim "siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki" menunjukkan arbitrariness dalam sistem peradilan ilahi yang bertentangan dengan konsep keadilan prosedural. Rahmat yang "meliputi segala sesuatu" kemudian dibatasi hanya untuk "orang bertakwa, menunaikan zakat dan beriman", menciptakan kontradiksi dan eksklusivisme.

Logical Fallacy

Predestinasi paradoksal - Ayat 146 dan 155-156 menyatakan bahwa Allah yang menyesatkan atau memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, namun tetap menganggap individu bertanggung jawab atas perbuatan mereka, menciptakan paradoks logis.

Moral Concern

Determinisme vs tanggung jawab - Ayat 155-156 menyatakan bahwa Allah "sesatkan siapa yang Engkau kehendaki", namun tetap menyalahkan individu, menciptakan kontradiksi etis tentang kebebasan kehendak dan tanggung jawab moral.