Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 157

Topik

Rahmat Allah bagi orang yang bertakwa (Ayat 156-157)

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.344) Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kritik

7:157 - Klaim bahwa nama Nabi Muhammad "tertulis dalam Taurat dan Injil" merupakan pernyataan yang tidak dapat diverifikasi secara historis dan ditolak oleh sarjana Yahudi-Kristen. Ayat ini mempromosikan pembebasan dari "belenggu-belenggu" lama sambil menciptakan sistem belenggu baru melalui dikotomi halal/haram yang kaku.

Moral Concern

Ekslusivisme soteriologis - Ayat 156-158 mengklaim bahwa rahmat Allah hanya untuk "orang-orang yang bertakwa" dan yang "mengikuti Rasul", mengabaikan kemungkinan keselamatan bagi orang-orang di luar komunitas religius tertentu.