Topik
Perintah tinggal di kota dan meminta ampun (Ayat 161)
وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ
Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), "Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki." Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu." Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
Kritik
7:161-162 - Konsep "azab dari langit" untuk mengganti perkataan/perintah menunjukkan respons yang tidak proporsional. Kisah ini juga mengandung elemen ritual yang sangat spesifik (masuk gerbang sambil membungkuk) yang jika tidak diikuti menyebabkan hukuman berat, mempromosikan kepatuhan ritual di atas substansi moral. Ini menciptakan sistem etika yang lebih menekankan ketaatan eksternal daripada perkembangan moral internal.