Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Ayat 186

Topik

Tidak ada petunjuk bagi orang yang disesatkan Allah (Ayat 186)

مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Barang siapa disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.

Kritik

7:186 - Pernyataan eksplisit "Barang siapa disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk" menciptakan paradoks keadilan yang fundamental: Tuhan aktif menyesatkan orang lalu menghukum mereka atas kesesatan tersebut. Model teologis ini merusak konsep tanggung jawab moral, kehendak bebas, dan keadilan prosedural. Ayat ini juga dapat digunakan untuk membenarkan fatalistik dan pasif dalam menghadapi ketidakadilan sosial.

Logical Fallacy

Ayat 186 menyajikan pilihan terbatas: seseorang disesatkan oleh Allah atau mendapat petunjuk, tanpa mempertimbangkan kemungkinan alternatif lain dalam pengambilan keputusan manusia.

Moral Concern

Determinisme dan Tanggung Jawab Moral - Ayat 186 menimbulkan masalah etis karena menyatakan Allah menyesatkan orang, namun pada saat yang sama orang tersebut dianggap bertanggung jawab atas kesesatannya.