Topik
Kebenaran Al-Quran (Ayat 203-204)
وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّي ۚ هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur`an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
Kritik
7:203-204 - Jawaban terhadap kritik bahwa Muhammad "membuat sendiri ayat" menggunakan circular reasoning: klaim wahyu digunakan untuk membuktikan klaim wahyu itu sendiri. Perintah "dengarkanlah dan diamlah" saat Al-Qur'an dibacakan menciptakan protokol yang mencegah diskusi kritis dan pertanyaan intelektual.
Moral Concern
Penolakan Terhadap Kritik - Ayat 203 menolak kritik terhadap Muhammad dengan menyatakan ia hanya mengikuti wahyu, tanpa membuka ruang untuk diskusi kritis.