Bacaan
TopikPerintah Ketaatan dan Larangan Berpaling (Ayat 20-25)
وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ
Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar.361) Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.
Catatan Depag
*361) Pengandaian dalam ayat ini bukan berarti Allah tidak tahu, tetapi Allah Mahatahu bahwa pada mereka tidak ada kebaikan.
Logical Fallacy
Divine Determinism yang Merusak Akuntabilitas: 'Sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka mendengar' — jika Allah yang menentukan siapa bisa mendengar kebenaran, bagaimana manusia bisa bertanggung jawab atas ketidakimanan mereka?
Contradiction
Kontradiksi Free Will: Klaim bahwa Allah memilih siapa yang bisa 'mendengar' kebenaran secara langsung bertentangan dengan doktrin bahwa manusia bebas memilih iman atau kufur dan bertanggung jawab atas pilihannya.
