Topik
Jawaban Nuh atas penolakan mereka (Ayat 28-31)
وَيَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۚ وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ إِنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ
Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.
Kritik
11:29 Nuh menyebut kaumnya sebagai "bodoh" karena tidak menerima klaimnya. Penghinaan intelektual ini menunjukkan sikap intoleran terhadap skeptisisme, padahal keraguan adalah bagian penting dari penalaran rasional.
Logical Fallacy
False Dichotomy - Ayat 28-30 menciptakan pilihan biner antara menerima klaim Nuh atau menghadapi azab, tanpa mempertimbangkan kemungkinan alternatif lain.