Topik
Jawaban Nuh tentang kehendak Allah (Ayat 33-34)
وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِي إِنْ أَرَدْتُ أَنْ أَنْصَحَ لَكُمْ إِنْ كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُغْوِيَكُمْ ۚ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
Kritik
11:34 Konsep Allah "menyesatkan" siapa yang Dia kehendaki bertentangan dengan prinsip keadilan. Jika Allah sengaja menyesatkan orang, bagaimana bisa adil menghukum mereka atas kesesatan yang ditentukan-Nya sendiri? Ini menciptakan dilema logis dan etis.
Moral Concern
Determinisme Teologis - Ayat 34 menyatakan "nasihatku tidak akan bermanfaat... kalau Allah hendak menyesatkan kamu," menciptakan paradoks moral dimana orang dihukum untuk ketidakpercayaan yang telah ditentukan Allah.