
Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.

Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.
Topik
Penolakan kaumnya terhadap ajakan Syu'aib (Ayat 87)
قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ ۖ إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ
Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Apakah salatmu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai."406)
Kritik
11:87 Pertanyaan kaum Madyan tentang pembatasan kebebasan ekonomi mereka sebenarnya merupakan keberatan rasional tentang batas kewenangan religius dalam urusan komersial. Namun, pertanyaan kritis ini dinarasikan sebagai penolakan yang tercela.
Logical Fallacy
Argumentum ad Antiquitatem - Ayat 62 dan 87 menunjukkan penolakan karena kesetiaan pada tradisi ("apa yang disembah oleh nenek moyang kami"), tanpa evaluasi kritis terhadap nilai kepercayaan tersebut. Appeal to Ridicule - Ayat 87 menunjukkan kaum Madyan menggunakan sindiran ("engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai") untuk mendiskreditkan Syu'aib, tanpa argumen substantif.