
Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.

Memuat SliceQ
Menyiapkan daftar surat, ayat, dan analisis.
Topik
Ya'qub enggan melepaskan Bunyamin tetapi akhirnya mengizinkan dengan syarat (Ayat 66-68)
وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan dia (Yakub) berkata, "Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal."
Kritik
12:67-68 Konflik logis antara instruksi kehati-hatian (masuk dari pintu berbeda) dan pernyataan bahwa tindakan itu "tidak dapat menolak sedikit pun keputusan Allah". Ini menciptakan kontradiksi filosofis antara kehendak bebas dan determinisme: jika segala sesuatu sudah ditentukan, untuk apa ada strategi preventif?
Logical Fallacy
Circular Reasoning - Ayat 67-68 menyatakan segala upaya untuk menghindari takdir tidak akan berhasil karena telah ditentukan Allah, namun juga menyatakan bahwa tindakan pencegahan dilakukan; menciptakan lingkaran logika tentang kebebasan vs determinisme.