An-Nahl (Lebah) Ayat 33

Topik

Penantian sia-sia terhadap datangnya malaikat (Ayat 33)

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ أَمْرُ رَبِّكَ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka452) atau datangnya perintah Tuhanmu.453) Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.

Kritik

16:33-34 Membuat klaim kontradiktif bahwa "Allah tidak menzalimi mereka" padahal ayat-ayat sebelumnya menguraikan hukuman abadi yang kejam. Menggunakan framing manipulatif "menzalimi diri sendiri" untuk membenarkan penderitaan yang ditimpakan secara eksternal.

Moral Concern

Paradoks tanggung jawab moral - Ayat 33-37 mengandung kontradiksi dimana manusia disalahkan atas tindakan mereka ("menzalimi diri mereka sendiri") namun di saat yang sama dinyatakan bahwa Allah yang menentukan siapa yang "diberi petunjuk" dan siapa yang "tetap dalam kesesatan".