An-Nahl (Lebah) Ayat 69

Topik

Wahyu Allah kepada lebah untuk membuat sarang (Ayat 68-69)

ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

Logical Fallacy

Argumentum ad naturam (Seruan pada alam) - Ayat 65-69 dan 79 menggunakan fenomena alam (hujan, produksi susu, madu lebah, terbangnya burung) sebagai bukti langsung dari klaim teologis, tanpa menjelaskan hubungan logis antara fenomena alam dan keberadaan/sifat Allah.

Moral Concern

Pendekatan utilitarian terhadap spiritualitas - Ayat 66-69 dan 80-81 menekankan manfaat praktis dari ciptaan Allah (susu, madu, tempat tinggal, pakaian) sebagai alasan untuk beriman, mengalihkan fokus dari nilai intrinsik spiritualitas menjadi kalkulasi manfaat.