An-Nahl (Lebah) Ayat 79

Topik

Burung-burung yang terbang ditahan oleh kekuasaan Allah (Ayat 79)

أَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرَاتٍ فِي جَوِّ السَّمَاءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Kritik

16:79 Secara keliru mengurangi aerodinamika kompleks terbangnya burung menjadi sekadar intervensi supernatural ("tidak ada yang menahannya selain Allah"). Menggunakan dikotomi yang membatasi, menyatakan bahwa hanya "orang beriman" yang dapat memahami fenomena alam.

Logical Fallacy

Argumentum ad naturam (Seruan pada alam) - Ayat 65-69 dan 79 menggunakan fenomena alam (hujan, produksi susu, madu lebah, terbangnya burung) sebagai bukti langsung dari klaim teologis, tanpa menjelaskan hubungan logis antara fenomena alam dan keberadaan/sifat Allah.