An-Nahl (Lebah) Ayat 92

Topik

Penunaian janji dan tidak melanggar sumpah (Ayat 91-92)

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.462) Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.

Kritik

16:92 Menggunakan analogi misoginis dengan menggambarkan pelanggaran janji seperti "seorang perempuan yang menguraikan benangnya", memperkuat stereotip gender negatif tentang perempuan sebagai makhluk tidak konsisten. Penggunaan citra feminin untuk menggambarkan ketidakstabilan moral mencerminkan bias patriarkal yang dalam.

Moral Concern

Paradoks kebebasan vs ketergantungan - Ayat 90-93 menekankan tanggung jawab moral untuk berbuat adil dan menepati janji, namun menyatakan Allah "menyesatkan siapa yang Dia kehendaki", menciptakan dilema tanggung jawab moral. Disparitas gender implisit - Ayat 92 menggunakan metafora negatif "seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya", yang berpotensi memperkuat stereotip gender dalam konteks moral.