An-Nahl (Lebah) Ayat 112

Topik

Perumpamaan negeri yang aman kemudian mengingkari nikmat (Ayat 112-113)

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) suatu negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan,465) disebabkan apa yang mereka perbuat.

Kritik

16:112-113 Mempromosikan pemahaman keliru tentang kausalitas sosial dengan mengaitkan bencana alam dan kelaparan sebagai hukuman kolektif akibat ketidakpatuhan religius. Ayat ini mengabaikan faktor ekonomi, politk, dan ekologis kompleks yang menyebabkan kehancuran masyarakat, mendorong fatalistik tanpa basis ilmiah.

Logical Fallacy

False cause (Penyebab palsu) - Ayat 112-113 mengklaim bencana kelaparan dan ketakutan terjadi karena penduduk "mengingkari nikmat-nikmat Allah", menyederhanakan hubungan kausal untuk peristiwa kompleks.