An-Nahl (Lebah) Ayat 121

Topik

Ibrahim sebagai umat yang taat (Ayat 120-123)

شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.

Logical Fallacy

Anachronistic fallacy (Kesalahan anakronistik) - Ayat 120-123 menyebut Ibrahim sebagai contoh yang "lurus" dan bukan "musyrik", menggunakan konsep teologis yang dikembangkan jauh setelah masa Ibrahim untuk menilai figur historis.