An-Nahl (Lebah) Ayat 126

Topik

Pembalasan setimpal dan kesabaran (Ayat 126-128)

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ ۖ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ

Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.

Kritik

16:126 Mendemonstrasikan ambivalensi moral dengan mengizinkan pembalasan setimpal meskipun kemudian merekomendasikan kesabaran. Legitimasi "balasan yang sama dengan siksaan" bertentangan dengan prinsip etika non-kekerasan dan memungkinkan siklus pembalasan tanpa akhir.

Logical Fallacy

False dichotomy (Dikotomi palsu) - Ayat 125-128 menyajikan pembagian tegas antara "orang yang sesat" dan "orang yang mendapat petunjuk", mengabaikan spektrum dan gradasi dalam keyakinan dan pemahaman manusia.

Moral Concern

Ketegangan antara pembalasan dan pengampunan - Ayat 126 mengizinkan pembalasan setimpal, namun menyatakan kesabaran "lebih baik", menciptakan ambiguitas dalam prinsip moral yang mendasar tentang respons terhadap kekerasan.