Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Ubay (tokoh munafik) dan para pengikutnya. Saat berpapasan dengan sahabat seperti Abu Bakar, Umar, dan Ali, mereka berpura-pura memuji dan menyambut hangat, namun ketika kembali ke kelompoknya, mereka membanggakan kelicikan mereka menipu umat Islam.
TopikSifat Orang Kafir dan Munafik (6-20)
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok."
Logical Fallacy
Mind Reading + Conspiracy Framing: Mengklaim mengetahui apa yang dikatakan orang munafik 'di belakang' adalah atribusi niat yang tidak dapat diverifikasi. 'Setan-setan' sebagai metafora pemimpin kafir membingkai semua non-Muslim sebagai agen iblis.
Moral Concern
Dehumanisasi via Metafora Setan: Menyebut pemimpin non-Muslim sebagai 'setan' adalah dehumanisasi linguistik yang memudahkan permusuhan terhadap mereka.
