Bacaan
TopikHukum Seputar Pernikahan, Talak, dan Hak Perempuan (222-237)
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.79)
Catatan Depag
*79) Tidak segera menyiksa orang yang berbuat dosa.
Logical Fallacy
Divine Mind Reading: Klaim bahwa Allah menghukum berdasarkan 'niat yang terkandung dalam hati' adalah sistem hukum berbasis niat subjektif yang tidak dapat diverifikasi secara objektif — membuka ruang bagi interpretasi sewenang-wenang.
