Al-Anbiya' (Para Nabi) Ayat 3

Topik

Hati yang lalai dan pembicaraan rahasia orang zalim (Ayat 3)

لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ

hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, "(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerimanya (sihir itu),529) padahal kamu menyaksikannya?"

Kritik

(21:3) Menyebut kritik terhadap Muhammad sebagai "pembicaraan rahasia orang-orang zalim" menciptakan mekanisme imunisasi terhadap kritik—siapapun yang mengkritik otomatis dikategorikan sebagai "zalim", mencegah dialog substantif.

Logical Fallacy

Ad populum inversum - Ayat 1-3 menggunakan sikap mayoritas yang "lalai" dan "bermain-main" untuk menyiratkan bahwa pandangan mereka keliru, namun popularitas atau ketidakpopuleran suatu ide tidak menentukan kebenarannya.