Al-Anbiya' (Para Nabi) Ayat 32

Topik

Langit sebagai atap yang terpelihara (Ayat 32)

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).

Kritik

(21:32) Konsep langit sebagai "atap yang terpelihara" mencerminkan kosmologi kuno yang tidak akurat di mana langit dianggap sebagai struktur solid (firmamen), bertentangan dengan pemahaman astronomi modern tentang atmosfer dan ruang angkasa.

Logical Fallacy

Teleological fallacy - Ayat 31-32 mengasumsikan bahwa fitur alam (gunung-gunung, jalan-jalan, langit) dibuat dengan tujuan tertentu untuk manusia ("agar mereka mendapat petunjuk"), mengabaikan kemungkinan penjelasan naturalistik.