Al-Anbiya' (Para Nabi) Ayat 83

Topik

Ayub dan kesabarannya menghadapi ujian (Ayat 83-84)

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."

Kritik

(21:83-84) Kisah Ayub mempresentasikan model di mana penderitaan adalah "ujian" ilahi yang sengaja, konsep yang problematik karena mengimplikasikan bahwa penderitaan manusia dirancang dengan sengaja untuk tujuan teologis, bukan sebagai konsekuensi alami dari dunia fisik.

Moral Concern

Patriarkalisme - Ayat 72-91 mencantumkan serangkaian figur laki-laki (Ibrahim, Ishak, Yakub, Lut, Nuh, Dawud, Sulaiman, Ayub, Ismail, Idris, Zulkifli, Yunus, Zakaria) sebagai penerima rahmat dan otoritas ilahi, dengan hanya satu perempuan (Maryam) yang disebutkan, yang menunjukkan ketidakseimbangan gender.