Topik
Zakariya dan kelahiran Yahya (Ayat 89-90)
وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.537)
Kritik
(21:89-90) Doa Zakaria agar "tidak hidup seorang diri tanpa keturunan" merefleksikan nilai sosial patriarkal yang mengukur kesuksesan pria dari keberadaan keturunan biologis, problematik dalam konteks pemahaman modern tentang nilai pribadi dan keluarga non-biologis.
Moral Concern
Patriarkalisme - Ayat 72-91 mencantumkan serangkaian figur laki-laki (Ibrahim, Ishak, Yakub, Lut, Nuh, Dawud, Sulaiman, Ayub, Ismail, Idris, Zulkifli, Yunus, Zakaria) sebagai penerima rahmat dan otoritas ilahi, dengan hanya satu perempuan (Maryam) yang disebutkan, yang menunjukkan ketidakseimbangan gender.