Topik
Nasib penyembah selain Allah di neraka (Ayat 98-100)
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ
Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.
Kritik
(21:98-99) Pernyataan bahwa orang kafir dan apa yang mereka sembah adalah "bahan bakar Jahanam" yang "pasti masuk ke dalamnya" menunjukkan model hukuman eternal yang ekstrem untuk ketidakpercayaan temporal, bertentangan dengan prinsip proporsionalitas dan keadilan restoratif.
Logical Fallacy
Circular reasoning - Ayat 98-99 menyatakan bahwa berhala-berhala dan penyembahnya akan masuk neraka, kemudian menggunakan fakta bahwa mereka masuk neraka sebagai bukti bahwa berhala-berhala tersebut bukan tuhan, yang merupakan argumen melingkar.
Moral Concern
Eksklusi berbasis keyakinan - Ayat 98-100 menggambarkan hukuman berat (neraka) berdasarkan keyakinan religius, bukan berdasarkan perilaku etis, yang menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dalam sistem moral yang memprioritaskan keyakinan atas tindakan.