Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena keluhan seorang wanita Anshar yang merasa tidak nyaman saat ayah, anak, atau anggota keluarga pria lainnya masuk ke rumahnya di waktu-waktu saat ia sedang tidak berpakaian pantas, sehingga disyariatkanlah aturan meminta izin sebelum masuk. Ayat 29 turun setelah Abu Bakar bertanya mengenai aturan masuk ke penginapan atau rumah kosong di sepanjang jalan Syam.
TopikAdab Bertamu dan Menjaga Pandangan (Ayat 27-31)
فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembalilah!" Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Logical Fallacy
Divine Micromanagement of Social Norms: Aturan 'kembalilah jika pemilik rumah tidak ada atau menyuruh kembali' — meski secara konten wajar — menunjukkan pola di mana Al-Quran mengklaim otoritas ilahi atas setiap aspek kehidupan sosial, bahkan yang paling trivial.
