Bacaan
TopikPerumpamaan Cahaya Allah (Ayat 35-38)
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ
orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),
Logical Fallacy
Anti-Worldly Bias: Memuji orang yang 'tidak dilalaikan perdagangan dari mengingat Allah' memperkuat dikotomi antara kehidupan duniawi dan spiritual — mendorong sikap bahwa kesibukan duniawi adalah ancaman bagi spiritualitas, yang dapat mengarah pada pengabaian tanggung jawab duniawi.
Moral Concern
Otherworldly Orientation: Orientasi terus-menerus pada 'hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang' (hari kiamat) sebagai motivasi utama tindakan mengalihkan perhatian dari tanggung jawab dan keadilan di dunia nyata.
