Detail Ayat
Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 77
Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun dilatarbelakangi perselisihan antara seorang sahabat berna-ma al-Asy‘aš bin Qais dengan seorang Yahudi terkait kepemilikian sebuahsumur. Sebetulnya sumur itu benar milik sahabat tersebut, namun karenaia tidak mempunyai saksi, sedangkan pria Yahudi itu berani bersumpahbahwa sumur itu miliknya, sumur itu pun berpindah kepemilikan.
Topik
Amanah dan kejujuran (Ayat 75-78)
إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang memperjual belikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
Kritik
3:77-78 Menggunakan ancaman "azab pedih" untuk mempertahankan dogma, dan menuduh Ahli Kitab secara sengaja "memutarbalikkan lidah" tentang kitab mereka. Tuduhan penyimpangan tanpa bukti spesifik ini menciptakan dasar ideologis untuk menolak tradisi tekstual keagamaan lain.
Logical Fallacy
Tu quoque (Kamu juga) - Ayat 3:75-78 mengalihkan perhatian dari argumen utama dengan mengkritik perilaku moral lawan, yang tidak secara langsung menjawab validitas keyakinan mereka.
Moral Concern
Prasangka kolektif - Ayat 3:69-72 dan 3:75-78 menggambarkan seluruh "Ahli Kitab" dengan niat buruk dan perilaku tidak etis, mempromosikan stereotip negatif terhadap kelompok tersebut.
Ayat sebelumnya
Ayat berikutnya