Bacaan
TopikKisah Penduduk Negeri (Ayat 13-32)
إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
Logical Fallacy
(36:14-15): Ad hominem tu quoque — Para utusan dituduh sebagai "manusia seperti kami juga" dan "tidak diturunkan oleh Rahman apa pun" oleh penduduk kota — teks menyajikan penolakan ini sebagai kesalahan logika si penolak, namun sebenarnya pertanyaan "apa bukti kamu utusan?" adalah pertanyaan epistemis yang sah.
Contradiction
Kontra S40:78 tentang rasul-rasul yang tidak dikisahkan: teks menyebut "Kami kuatkan dengan utusan yang ketiga" di kota yang tidak dikenal — kisah ini tidak memiliki korespondensi historis yang dapat diverifikasi; tidak ada sumber independen tentang tiga utusan di kota yang dimaksud.
