Bacaan
TopikKisah Penduduk Negeri (Ayat 13-32)
قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ ۚ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas."
Logical Fallacy
(36:18-19): Ad hominem — Ketika penduduk kota menganggap para utusan sebagai pembawa sial, para utusan membalas dengan menyalahkan "keterlaluan" (israf) penduduk kota itu sendiri — serangan karakter, bukan respons argumentatif terhadap kekhawatiran mereka.
Moral Concern
(36:19): Melabeli pertanyaan kausal yang wajar ("mengapa kamu datang justru ketika kami tertimpa kemalangan?") sebagai tanda "keterlaluan (israf)" moral — mengubah diskusi empiris menjadi tuduhan karakter, mendisiplinkan pertanyaan kritis.
