Bacaan
TopikKebenaran Al-Quran (Ayat 69-70)
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur`an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.
Logical Fallacy
(36:69): Genetic fallacy — "Kami tidak mengajarkan syair kepadanya" digunakan untuk membuktikan bahwa Al-Quran bukan syair melainkan wahyu. Bahwa sesuatu bukan syair tidak secara logis membuktikan bahwa ia adalah wahyu ilahi.
Contradiction
Kontra klaim bahwa Al-Quran bukan syair: Banyak sarjana sastra Arab klasik (termasuk al-Walid ibn al-Mughira dalam riwayat) mengidentifikasi Al-Quran memiliki kualitas puitis tinggi. Penolakan kategori "syair" di S36:69 bisa jadi strategi untuk menghindari kritik dari ahli syair yang bisa menganalisis teks secara stilistis.
