Bacaan
TopikPenciptaan dan Kebangkitan (Ayat 77-83)
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ
Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
Logical Fallacy
(36:80-81): False analogy lanjutan — "Tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali yang serupa?" Skala kosmologis penciptaan alam semesta tidak dapat dijadikan analogi langsung untuk pembuatan ulang individu manusia yang sudah mati — dua proses yang secara mekanistik berbeda total.
Scientific Error
(36:81): Menggunakan penciptaan langit dan bumi sebagai analogi untuk kebangkitan manusia mengabaikan bahwa kosmologi dan kebangkitan adalah fenomena yang sepenuhnya berbeda sifat dan skalanya; analogi ini secara saintifik tidak valid.
