Bacaan
TopikHubungan Palsu antara Allah dan Jin (Ayat 158-163)
وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka).
Logical Fallacy
(37:158-163): Circular reasoning (Penalaran melingkar) - Teks menyatakan bahwa berhala tidak akan bisa menyesatkan siapa pun kecuali orang yang sejak awal sudah divonis masuk neraka Jahim. Ini adalah lingkaran kausalitas konyol: disesatkan karena memang calon penghuni neraka, dan masuk neraka karena disesatkan.
Contradiction
Kontra S6:100 tentang hubungan Allah dengan jin: S37:158 mengkritik mereka yang membuat "hubungan keturunan" antara Allah dan jin. S6:100 mengkritik hal serupa. Inkonsistensi: Al-Quran sendiri mengakui adanya jin (S72), makhluk supranatural yang berinteraksi dengan manusia — mengapa hubungan Allah-jin dianggap mustahil tapi interaksi jin-manusia diterima?
