Detail Ayat

Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 145

Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.

Topik

Ujian bagi orang beriman dalam perang Uhud (Ayat 142-148)

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Kritik

Menampilkan fatalisme problematik dengan pernyataan "setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah", menciptakan ambiguitas moral tentang tanggung jawab dalam kasus pembunuhan, kecelakaan, atau bencana. Sistem etika yang dibangun terlalu fokus pada imbalan dan hukuman, bukan nilai intrinsik tindakan.

Logical Fallacy

Fatalistic fallacy (Fallasi fatalistik) - Ayat 3:145 dan 3:154 menegaskan bahwa kematian sudah ditentukan waktunya, mendorong sikap fatalistik yang mungkin mengurangi peran tanggung jawab manusia.

Ayat sebelumnya

Ayat berikutnya