Detail Ayat

Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 152

Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun dalam rangka menegur sejumlah pasukan muslim padaPerang Uhud yang tergiur dengan rampasan perang sehingga melanggararahan Nabi untuk menjaga posisi mereka apa pun yang terjadi.

Topik

Analisis kekalahan di Uhud (Ayat 152-155)

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ ۚ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya, sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu151) dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.152) Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka153) untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.

Kritik

3:152-153 Menggunakan framing "membunuh mereka dengan izin-Nya" untuk mendeskripsikan pertempuran - menormalisasi kekerasan sebagai tindakan yang direstui ilahi. Juga menjadikan kekalahan militer sebagai bukti kegagalan moral dan spiritual, menciptakan sistem penilaian di mana keberhasilan duniawi menjadi validasi kebenaran teologis.

Logical Fallacy

Retrospective determinism (Determinisme retrospektif) - Ayat 3:152-155 menafsirkan kekalahan dalam perang sebagai akibat dari kelemahan iman atau pengabaian perintah, mengabaikan faktor strategis atau material.

Moral Concern

Justifikasi moral ambivalen untuk kekerasan - Ayat 3:152 menyinggung "membunuh mereka dengan izin-Nya," memberikan pembenaran teologis untuk kekerasan sambil tetap mempertahankan otoritas moral.

Ayat sebelumnya

Ayat berikutnya