Detail Ayat

Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 18

Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.

Topik

Bantahan terhadap klaim Yahudi dan Nasrani sebagai "anak-anak Allah" (Ayat 18)

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

Orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali."

Kritik

- Mempresentasikan siksa/penderitaan manusia sebagai "kehendak Allah" tanpa kriteria moral yang jelas menciptakan sistem etika yang sewenang-wenang. - Argumen berbasis kekuasaan absolut (bukan berbasis keadilan) untuk membenarkan siksaan.

Logical Fallacy

Non sequitur - Beberapa kesimpulan tidak logis mengikuti premis, seperti pada ayat 18 di mana penolakan terhadap klaim orang Yahudi dan Nasrani sebagai "anak-anak Allah" didasarkan pada fakta bahwa mereka dihukum, yang tidak secara logis membantah klaim mereka.

Moral Concern

Etnosentrisme - Teks menunjukkan preferensi terhadap kelompok sendiri (orang beriman) sambil merendahkan kelompok lain, seperti terlihat pada ayat 17-18 yang mengkritik kepercayaan orang Nasrani dan Yahudi.

Ayat sebelumnya

Ayat berikutnya