Bacaan
TopikLarangan Bersekutu dengan Kafir dan Stereotip Yahudi
وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak di antara mereka merupakan orang-orang fasik.
Logical Fallacy
Begging the question — 'jika mereka beriman kepada Allah, Nabi, dan apa yang diturunkan kepadanya, mereka tidak akan mengambil orang kafir sebagai pemimpin' mengandaikan keimanan menentukan loyalitas politik.
Moral Concern
Delegitimasi Ikatan Sosial Lintas Agama: Mengklaim bahwa mereka yang "beriman kepada Allah, Nabi, dan wahyu" tidak akan menjadikan musuh sebagai wali menginstruksikan pemutusan ikatan sosial dengan non-Muslim.
