Detail Ayat
Al-Ma'idah (Hidangan) Ayat 104
Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.
Topik
Larangan mengada-adakan hukum (Ayat 103-104)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul." Mereka menjawab, "Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)." Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
Logical Fallacy
Fallasi tradisi (argumentum ad antiquitatem) - Ayat 104 mengkritik orang-orang yang berkata: "Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya)," namun ironis bahwa teks ini sendiri sering menggunakan tradisi sebagai basis otoritas di bagian lain.
Moral Concern
Perpecahan budaya - Ayat 103-104 menunjukkan penolakan terhadap praktik budaya pra-Islam dengan menyatakannya sebagai "kedustaan terhadap Allah," mencerminkan pendekatan yang dapat menciptakan perpecahan antara tradisi budaya dan sistem nilai yang baru.
Ayat sebelumnya
Ayat berikutnya