Detail Ayat

Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 39

Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.

Topik

Keadaan orang-orang yang menolak tanda-tanda (Ayat 39)

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.

Kritik

Menyatakan bahwa Allah sengaja menyesatkan sebagian orang lalu menghukum mereka atas kesesatan tersebut merupakan kontradiksi etis fundamental. Konsep keadilan seperti ini bertentangan dengan standar moral umum tentang tanggung jawab dan hukuman.

Logical Fallacy

Circular reasoning - Ayat 6:39 bersifat sirkular: orang-orang mendustakan ayat karena mereka disesatkan Allah, dan mereka disesatkan Allah karena mendustakan ayat-Nya.

Moral Concern

Determinisme moral - Ayat 6:39 menimbulkan persoalan etis dengan menyatakan bahwa Allah menentukan siapa yang sesat dan siapa yang mendapat petunjuk, mengurangi konsep tanggung jawab moral individu.

Ayat sebelumnya

Ayat berikutnya