Detail Ayat
Al-An'am (Binatang Ternak) Ayat 125
Fokus pada satu ayat, dengan navigasi ringkas dan panel konteks yang nyaman dibaca dari layar kecil sekalipun.
Topik
Bimbingan dan kesesatan dari Allah (Ayat 125-126)
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Logical Fallacy
False Dilemma (Dikotomi Palsu) - Ayat 125 menyajikan pilihan terbatas: "Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak."
Moral Concern
Predeterminisme vs Kebebasan Berkehendak - Ayat 125 menunjukkan ketegangan moral antara takdir dan tanggung jawab: "Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah... Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat... Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
Ayat sebelumnya
Ayat berikutnya