Bacaan
TopikKritik atas Adat Ritual Musyrik
وَقَالُوا هَٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَا يَطْعَمُهَا إِلَّا مَنْ نَشَاءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا افْتِرَاءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِمْ بِمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), "Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki." Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.
Logical Fallacy
Straw Man of Pagan Practices: Al-Quran mengkritik praktik ritual pagan yang arbitrer tentang hewan ternak — namun Al-Quran sendiri juga membuat aturan halal-haram tentang hewan ternak yang sama arbitrernya dari perspektif luar. Kritik ini bersifat selektif.
Moral Concern
Gender Discrimination in Food: 'Yang di dalam perut hewan khusus untuk laki-laki, haram bagi perempuan' — meski ini dikritik sebagai praktik pagan yang salah, Al-Quran sendiri memiliki aturan gender berbeda untuk berbagai kewajiban religius, menunjukkan pola yang sama.
