Topik
Adam dan Hawa di surga dan larangan mendekati pohon tertentu (Ayat 19)
وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan (Allah berfirman), "Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua akan termasuk orang-orang yang zalim."
Kritik
7:19-22 - Narasi ini mengandung pandangan problematik bahwa tubuh manusia adalah sesuatu yang memalukan ("tampaklah aurat mereka"). Pengaitan dosa dengan tubuh telanjang berkontribusi pada sikap negatif terhadap seksualitas dan tubuh manusia.
Logical Fallacy
Narasi tanpa bukti - Ayat 19-25 menyajikan kisah Adam dan Hawa di surga sebagai fakta historis tanpa menyediakan metode verifikasi atau bukti empiris.
Moral Concern
Ketidakseimbangan gender - Narasi tentang Adam dan Hawa (ayat 19-25) menyiratkan peran perempuan dalam kejatuhan manusia tanpa membahas tanggung jawab yang setara, potensial memperkuat ketidakseimbangan gender.