Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-45 setelah Maryam sebelum Al-Waqi'ah.
Surat ini pada dasarnya adalah pengulangan kisah Musa dengan beberapa tambahan. Kalau dilihat secara kritis, ada beberapa masalah besar:
Plagiarisme dari tradisi Yahudi-Kristen:
Kisah Musa sudah ada lengkap dalam tradisi Yahudi jauh sebelumnya. Ini bukan wahyu baru — ini daur ulang cerita yang sudah beredar luas, dengan modifikasi kecil lalu diklaim sebagai wahyu orisinal.
Victim blaming dalam kisah Adam:
Adam diberi akses ke jebakan, lalu disalahkan ketika terjebak. Ini pola yang sama seperti surat-surat sebelumnya — sistem yang sudah dirancang untuk gagal, tapi manusia yang menanggung hukumannya.
Anti-intelektual yang sistematis:
Yang tidak percaya diklaim "buta" atau tidak bisa melihat kebenaran. Ini bukan argumen — ini cara menutup diskusi dengan mendiskreditkan lawan secara personal.
Lazy content — cerita yang sama diulang terus:
Kisah Musa muncul di puluhan surat. Pengulangan ini bukan penekanan — ini keterbatasan materi. Seperti penulis yang kehabisan ide dan kembali ke cerita yang sama.
Manipulasi psikologis dengan ancaman berlebihan:
Gambaran siksaan neraka yang terus diulang dan diperbesar bukan pendidikan spiritual — ini teknik membangun ketundukan berbasis rasa takut.
Pemahaman sains level perunggu:
Konsep bumi datar dan hujan sebagai fenomena supernatural mencerminkan pengetahuan abad ke-7, bukan kebijaksanaan kosmis yang melampaui zaman.
Defensivitas yang terus muncul:
Muhammad digambarkan butuh penenangan ketika menghadapi tekanan dan keraguan. Pola ini konsisten di banyak surat — dan justru menunjukkan ini produk manusia yang sedang bergulat dengan krisis kepercayaan diri, bukan penerima wahyu yang tenang dan yakin.
Kesimpulan:
Ta-Ha bukan wahyu orisinal — ini content recycling yang rapi. Ambil cerita populer, modifikasi sedikit, jual sebagai wahyu baru. Polanya sudah terlalu sering muncul untuk diabaikan.
Ayat ini turun ketika Abu Jahal dan kaum musyrik mengejek Nabi Muhammad SAW bahwa Al-Qur'an diturunkan hanya untuk membuat beliau menderita dan kesusahan, karena mereka melihat Nabi selalu beribadah dan berdiri salat hingga sangat kelelahan.
Ayat ini turun ketika Abu Jahal dan kaum musyrik mengejek Nabi Muhammad SAW bahwa Al-Qur'an diturunkan hanya untuk membuat beliau menderita dan kesusahan, karena mereka melihat Nabi selalu beribadah dan berdiri salat hingga sangat kelelahan.
(yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi. Dia akan diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku;512) dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
Catatan Depag
*512) Setiap orang yang memandang Nabi Musa -'alaihissalām- akan merasa kasih sayang kepadanya.
Dia (Musa) berkata, "(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha)."
Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW kedatangan tamu namun tidak memiliki makanan. Beliau lalu meminjam gandum kepada seorang Yahudi dengan menggadaikan baju besi beliau karena Yahudi itu menolak meminjamkan tanpa jaminan. Ayat ini turun agar Nabi tidak bersedih melihat kekayaan orang kafir.