Ayat 1
Huruf Muqatta'at sebagai pembuka surat (Ayat 1)
Ḥā Mīm.
Menampilkan semua ayat dari Az-Zukhruf. Klik lafazh Arab untuk membuka detail ayat satu per satu.
Ayat 1
Huruf Muqatta'at sebagai pembuka surat (Ayat 1)
Ḥā Mīm.
Ayat 2
Al-Quran sebagai kitab yang jelas dalam bahasa Arab agar dapat dipahami (Ayat 2-3)
Demi Kitab (Al-Qur`an) yang jelas.
Ayat 3
Al-Quran sebagai kitab yang jelas dalam bahasa Arab agar dapat dipahami (Ayat 2-3)
Kami menjadikan Al-Qur`an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.
Ayat 4
Keagungan Al-Quran dalam Lauh Mahfuzh (Ayat 4)
Dan sesungguhnya Al-Qur`an itu dalam ummul Kitāb (Lauḥ Maḥfūẓ) di sisi Kami, benar-benar (bernilai) tinggi dan penuh hikmah.
Ayat 5
Pertanyaan retoris tentang mengabaikan peringatan bagi kaum yang melampaui batas (Ayat 5)
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat (sebagai peringatan) Al-Qur`an kepadamu, karena kamu kaum yang melampuai batas?
Ayat 6
Banyaknya nabi yang diutus kepada umat-umat terdahulu (Ayat 6)
Dan betapa banyak nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
Ayat 7
Penolakan dan ejekan terhadap para nabi (Ayat 7)
Dan setiap kali seorang nabi datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
Ayat 8
Kehancuran umat-umat terdahulu yang lebih kuat (Ayat 8)
Karena itu, Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya di antara mereka dan telah berlalu contoh umat-umat terdahulu.
Ayat 9
Pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi (Ayat 9)
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" pastilah mereka akan menjawab, "Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui."
Ayat 10
Bumi sebagai hamparan dan jalan-jalan sebagai petunjuk (Ayat 10)
Yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap bagimu dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi untukmu agar kamu mendapat petunjuk.
Ayat 11
Air sebagai sumber kehidupan (Ayat 11)
Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
Ayat 12
Penciptaan pasangan dan kendaraan untuk manusia (Ayat 12-13)
Dan yang menciptakan semua berpasangan-pasangan, dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi,
Ayat 13
Penciptaan pasangan dan kendaraan untuk manusia (Ayat 12-13)
agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, "Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
Ayat 14
Kewajiban bersyukur dan kembali kepada Allah (Ayat 14)
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Ayat 15
Pengingkaran manusia dengan menyekutukan Allah (Ayat 15)
Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya.781) Sungguh, manusia itu pengingkar (nikmat Tuhan) yang nyata.
Ayat 16
Kritik terhadap keyakinan bahwa Allah memiliki anak perempuan (Ayat 16-17)
Pantaskah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki kepadamu?
Ayat 17
Kritik terhadap keyakinan bahwa Allah memiliki anak perempuan (Ayat 16-17)
Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, wajahnya menjadi hitam pekat karena menahan sedih (dan marah).
Ayat 18
Kritik terhadap penghambaan kepada malaikat (Ayat 18-20)
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.782)
Ayat 19
Kritik terhadap penghambaan kepada malaikat (Ayat 18-20)
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.
Ayat 20
Kritik terhadap penghambaan kepada malaikat (Ayat 18-20)
Dan mereka berkata, "Sekiranya (Allah) Yang Mahapengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.
Ayat 21
Pembenaran dengan mengatakan mengikuti jejak nenek moyang (Ayat 21-23)
Atau apakah pernah Kami berikan suatu kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)?
Ayat 22
Pembenaran dengan mengatakan mengikuti jejak nenek moyang (Ayat 21-23)
Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka."
Ayat 23
Pembenaran dengan mengatakan mengikuti jejak nenek moyang (Ayat 21-23)
Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka."
Ayat 24
Dialog antara pemberi peringatan dan kaum yang menolak (Ayat 24)
(Rasul itu) berkata, "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek moyangmu." Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya."
Ayat 25
Akibat yang diterima oleh para pendusta (Ayat 25)
Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran).
Ayat 26
Ibrahim berlepas diri dari apa yang disembah kaumnya (Ayat 26)
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,
Ayat 27
Pengecualian terhadap Allah yang menciptakan dan memberi petunjuk (Ayat 27)
kecuali (kamu menyembah) Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
Ayat 28
Ibrahim menjadikan tauhid sebagai kalimat yang kekal (Ayat 28)
Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu).783)
Ayat 29
Nikmat duniawi yang diberikan sebelum kebenaran datang (Ayat 29)
Bahkan Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai kebenaran (Al-Qur`an) datang kepada mereka bersama seorang Rasul yang memberi penjelasan.784)
Ayat 30
Penolakan terhadap Al-Quran dengan menyebutnya sihir (Ayat 30)
Tetapi ketika kebenaran (Al-Qur`an) itu datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah sihir, dan sesungguhnya kami mengingkarinya."
Ayat 31
Keberatan mengapa Al-Quran tidak diturunkan kepada orang besar (Ayat 31)
Dan mereka (juga) berkata, "Mengapa Al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekkah dan Taif)?"
Ayat 32
Pembagian rezeki dan tingkatan adalah ketentuan Allah (Ayat 32)
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
Ayat 33
Kekayaan dunia hanyalah perhiasan sementara (Ayat 33-35)
Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,
Ayat 34
Kekayaan dunia hanyalah perhiasan sementara (Ayat 33-35)
dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka, dan (begitu pula) dipan-dipan tempat mereka bersandar,
Ayat 35
Kekayaan dunia hanyalah perhiasan sementara (Ayat 33-35)
dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Ayat 36
Syaitan menjadi teman bagi yang berpaling dari mengingat Allah (Ayat 36)
Dan barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur`an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.
Ayat 37
Syaitan menyesatkan namun mereka merasa mendapat petunjuk (Ayat 37)
Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
Ayat 38
Penyesalan di hari kiamat (Ayat 38-39)
Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, "Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia)."
Ayat 39
Penyesalan di hari kiamat (Ayat 38-39)
Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu.
Ayat 40
Ketidakmampuan memberikan petunjuk kepada orang tuli dan buta (Ayat 40)
Maka apakah engkau (Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya), dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
Ayat 41
Kekuasaan Allah untuk membalas (Ayat 41-42)
Maka sungguh, sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat),
Ayat 42
Kekuasaan Allah untuk membalas (Ayat 41-42)
atau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka.785) Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka.
Ayat 43
Perintah berpegang teguh pada wahyu (Ayat 43)
Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus.
Ayat 44
Al-Quran sebagai peringatan yang akan dipertanyakan (Ayat 44)
Dan sungguh, Al-Qur`an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.
Ayat 45
Pertanyaan tentang apakah para rasul sebelumnya menyeru kepada selain Allah (Ayat 45)
Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, "Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?"
Ayat 46
Musa diutus dengan tanda-tanda kepada Fir'aun (Ayat 46)
Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka dia (Musa) berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seluruh alam."
Ayat 47
Fir'aun dan kaumnya menertawakan tanda-tanda Allah (Ayat 47-48)
Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa mukjizat-mukjizat Kami, seketika itu mereka menertawakannya.
Ayat 48
Fir'aun dan kaumnya menertawakan tanda-tanda Allah (Ayat 47-48)
Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab786) agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Ayat 49
Permohonan kepada Musa ketika ditimpa azab (Ayat 49)
Dan mereka berkata, "Wahai penyihir!787) Berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk."
Ayat 50
Pengingkaran janji ketika azab dihilangkan (Ayat 50)
Maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu (juga) mereka ingkar janji.
Ayat 51
Kesombongan Fir'aun tentang kerajaannya (Ayat 51-53
Dan Firaun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?
Ayat 52
Kesombongan Fir'aun tentang kerajaannya (Ayat 51-54
Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
Ayat 53
Kesombongan Fir'aun tentang kerajaannya (Ayat 51-55
Maka mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas, atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?"
Ayat 54
Pengaruh Fir'aun terhadap kaumnya (Ayat 54)
Maka (Firaun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.
Ayat 55
Penenggelaman Fir'aun dan kaumnya sebagai pelajaran (Ayat 55-56)
Maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
Ayat 56
Penenggelaman Fir'aun dan kaumnya sebagai pelajaran (Ayat 55-56)
maka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) terdahulu, dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian.
Ayat 57
Reaksi kaum Quraisy ketika Isa dijadikan perumpamaan (Ayat 57-58)
Asbabun Nuzul
Ketika Nabi menegaskan kepada kaum Quraisy bahwa tuhan mereka ti-dak punya sedikit pun kebaikan, mereka menjadikan Isa sebagai bahanuntuk memperolok pernyataan Nabi tersebut, karena ada sebagian manu-sia yang mempertuhankannya. Itulah sebab nuzul ayat di atas.
Dan ketika putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Suku Quraisy) bersorak karenanya.
Ayat 58
Reaksi kaum Quraisy ketika Isa dijadikan perumpamaan (Ayat 57-58)
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.788)
Ayat 59
Isa hanyalah seorang hamba yang diberi nikmat (Ayat 59)
Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya, dan Kami jadikan dia sebagai contoh bagi Bani Israil.
Ayat 60
Allah dapat menjadikan malaikat sebagai khalifah di bumi (Ayat 60)
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya ada di antara kamu yang Kami jadikan malaikat-malaikat (yang turun temurun) sebagai pengganti kamu di bumi.
Ayat 61
Isa sebagai tanda Kiamat (Ayat 61)
Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
Ayat 62
Peringatan untuk tidak tersesat oleh syaitan (Ayat 62)
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
Ayat 63
Isa membawa kebijaksanaan dan menjelaskan perselisihan (Ayat 63)
Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, "Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah,789) dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Ayat 64
Allah adalah Tuhan yang harus disembah (Ayat 64)
Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus."
Ayat 65
Perselisihan di antara golongan-golongan (Ayat 65)
Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).
Ayat 66
Menunggu Kiamat yang datang tiba-tiba (Ayat 66)
Apakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?
Ayat 67
Persahabatan berubah menjadi permusuhan kecuali bagi orang bertakwa (Ayat 67)
Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.
Ayat 68
Penyambutan kepada orang-orang beriman di Surga (Ayat 68-70
"Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.
Ayat 69
Penyambutan kepada orang-orang beriman di Surga (Ayat 68-71
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
Ayat 70
Penyambutan kepada orang-orang beriman di Surga (Ayat 68-72
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan."
Ayat 71
Kesenangan di Surga dengan hidangan emas dan aneka buah (Ayat 71-73)
Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.
Ayat 72
Kesenangan di Surga dengan hidangan emas dan aneka buah (Ayat 71-73)
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan.
Ayat 73
Kesenangan di Surga dengan hidangan emas dan aneka buah (Ayat 71-73)
Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.
Ayat 74
Para penjahat kekal dalam azab neraka (Ayat 74-76)
Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam.
Ayat 75
Para penjahat kekal dalam azab neraka (Ayat 74-76)
Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
Ayat 76
Para penjahat kekal dalam azab neraka (Ayat 74-76)
Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Ayat 77
Permohonan kepada Malik (penjaga neraka) (Ayat 77)
Dan mereka berseru, "Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja." Dia menjawab, "Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)."
Ayat 78
Kebenaran telah datang namun kebanyakan manusia menolak (Ayat 78-79)
Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
Ayat 79
Kebenaran telah datang namun kebanyakan manusia menolak (Ayat 78-79)
Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka).790)
Ayat 80
Allah mengetahui rahasia dan bisikan (Ayat 80)
Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
Ayat 81
Bantahan tentang Allah memiliki anak (Ayat 81)
Katakanlah (Muhammad), "Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
Ayat 82
Maha Suci Allah, Tuhan langit dan bumi (Ayat 82)
Mahasuci Tuhan pemilik langit dan bumi, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan itu."
Ayat 83
Membiarkan para pendustaan bermain-main hingga hari yang dijanjikan (Ayat 83)
Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
Ayat 84
Allah sebagai Tuhan di langit dan di bumi (Ayat 84)
Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi, dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
Ayat 85
Penguasaan Allah atas alam semesta dan pengetahuan tentang Kiamat (Ayat 85)
Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Ayat 86
Ketidakberdayaan sembahan selain Allah untuk memberi syafaat (Ayat 86)
Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.
Ayat 87
Pengakuan bahwa Allah adalah pencipta mereka (Ayat 87)
Dan jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, Allah; jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah),
Ayat 88
Keluhan Nabi tentang kaumnya yang tidak beriman (Ayat 88)
dan (Allah mengetahui) ucapannya (Muhammad), "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman."
Ayat 89
Perintah untuk berpaling dari mereka namun mereka akan mengetahui (Ayat 89)
Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).