Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-71 setelah An-Nahl sebelum Ibrahim.
Nabi pendendam dan mitos daur ulang.
Plagiat mitos Mesopotamia:
Kisah Nuh adalah copy-paste jelas dari Epos Gilgamesh (Utnapishtim) yang udah ada 2000 tahun sebelumnya. Semua elemen utama—banjir global, kapal penyelamat, pemusnahan manusia—diambil mentah-mentah dari tradisi Timur Tengah kuno. Bukan wahyu original, tapi revisi cerita lama buat legitimasi Muhammad.
Fantasi biologis yang mustahil:
Ayat 14 bilang Nuh dakwah 950 tahun, yang secara sains mustahil dan bertentangan dengan batas umur manusia. Angka fantastis ini buktiin teks mengabaikan realitas biologis demi efek dramatis. Ciri khas mitos, bukan fakta dari sumber yang mahatahu.
Doa pemusnahan massal:
Ayat 26-28 berisi permohonan Nuh buat memusnahkan seluruh kafir—"jangan biarkan seorangpun tersisa". Fantasi genocide ini nunjukin psikologi manusia yang frustasi dan pendendam, bukan kebijaksanaan ilahi. Mengutuk generasi yang belum lahir = karakter emosional manusiawi, bukan moralitas transenden.
Propaganda paralelisme:
Seluruh cerita cuma taktik legitimasi Muhammad dengan bikin paralel antara penolakannya di Mekah sama "penolakan" Nuh. Strategi retorika klasik buat bangun otoritas dengan ngaitkan diri ke figur mitologis. Mekanisme legitimasi diri yang ngungkapin motivasi politik manusia.
Kesimpulan:
Surat Nuh mengekspos Al-Quran sebagai kompilasi mitos regional yang didaur ulang untuk kepentingan politik, bukan wahyu ilahi original—terbukti dari plagiat Mesopotamia, data biologis fantastis, dan karakter pendendam yang mencerminkan psikologi manusia frustrasi.
Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwā', Yagūṡ, Ya'ūq dan Nasr."871)
Catatan Depag
*871) Wadd, Suwā', Yagūṡ, Ya'ūq dan Nasr adalah nama-nama berhala yang terbesar pada kabilah-kabilah kaum Nuh, yang semula adalah nama-nama orang saleh.
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.